Adnanlpp’s Weblog


PENGARUH KERAPATAN TANAM
Februari 5, 2008, 7:17 pm
Filed under: Uncategorized

PENGARUH KEDALAMAN TANAM

I. TUJUAN

Tujuan pelaksanaan praktikum mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanuan Dan Agronomi acara IV dalam materi Pengaruh Kerapatan Tanam adalah untuk mengetahui pengaruh kerapatan penyamaian terhadap pertumbuhan tanaman.

II. ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :

1. Pot

2. Chetok

3. Ember

4. Gembor

5. Benih sawi

6. Media tanam (tanah x pasir)

7. Air

III. CARA KERJA

Langkah/urutan kegiatan yang dilakukan dalam praltikum ini adalah :

1. Menyiapkan pot untuk wadah menanam.

2. Menyiapkan media tanam (tanah x pasir) yang akan digunakan untuk menanam.

3. Mengisi pot dengan median yang telah disiapkan.

4. Meyiram media tanam hingga kapasitas lapang sebelum ditanami.

5. Melakukan penanaman dengan menyemai benih sawi, untuk pot pertama ditanami/disemaikan benih sawi dengan kerapatan jumlah benih 500 biji dan untuk pot kedua ditanami benih sawi dengan kerapatan 1000 biji.

6. Menutup benih dengan tanah atau pasir tipis agar benih yang disemai tidak hilang saat disiram atau terbawa angin.

7. Melakukan perawatan penyiraman secara rutin.

8. Setelah benih disemai selama 3 minggu (benih/tanaman yang telah tumbuh berumur 3 minggu), tanaman dibongkar.

9. Mengambil 5 sampel tanaman dan diukur tinggi tanaman, menghitung jumlah daun.

10. Melakukan analisis data hasil praktikum.

IV. LANDASAN TEORI

Kerapatan tanam merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, karena penyerapan energi matahari oleh permukaan daun sangat menentukan pertumbuhan tanaman dan banyaknya intensitas cahaya matahari yang diserap oleh tanaman sangat dipengaruhi oleh kerapatan tanaman. Semakin rapat suatu populasi tanaman maka semakin sedikit jumlah intensitas cahaya matahari yang didapat oleh tanaman dan semakin tinggi tingkat kompetisi antar tanaman untuk mendapatkan sinar matahari tersebut.

Garder et. al (1988) menyatakan bahwa jika tanaman terlalu rapat maka berpengaruh pada pertumbuhan tanaman akibat dari menurunnya laju fotosintesis dan perkembangan daun. Kerapatan tanam sangat mempengaruhi perkembangan vegetatif tanaman dan juga mempengaruhi tingat produksi panen suatu tanaman.

Karta Sapoetra (1989) menambahkan bahwa persaingan antar tanaman dalam mendapatkan air maupun cahaya matahari berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif. Sehingga jarak tanam yang lebih lebar akan memacu partumbuhan vegetatif tanaman. Jarak tanam yang longgar dapat menghasilkan berat kering brangkasan yang lebih besar daripada berat kering pada penanaman pada jarak tanam yang rapat. Hal ini terjadi karena pada jarak tanam yang rapat terjadi kompetisi dalam penggunaan cahaya matahari yang berpengaruh pula terhadap pengambilan unsur hara, air maupun udara.

V. HASIL PRAKTIKUM

Data hasil praktikum dibuat dalam bentuk tabel. Dibawah ini disajikan beberapa data hasil praktikum antara lain data tinggi dan jumlah daun dalam kelompok maupun data hasil praktikum kelas. Data hasil praktikum dapat kita lihat dalam tabel berikut ini :

Tabel I

Tinggi Dan Jumlah Daun (Data Kelompok)

 

Kelompok

Tinggi Tanaman

Jumlah Daun

Kerapatan 500

Kerapatan 1000

Kerapatan 500

Kerapatan 1000

1

5,85

5,15

4

4

         

 

Tabel I I

Tinggi Dan Jumlah Daun (Data Kelas)

 

Kelompok

Tinggi Tanaman

Jumlah Daun

Kerapatan 500

Kerapatan 1000

Kerapatan 500

Kerapatan 1000

Sawi

       

Kel. I

5,9

5,2

4

4

Kel. II

6,5

7,7

4

4

Rata-rata

6,2

6,5

4

4

Bayam

       

Kel. I

3

5

3

4

Kel. II

8,7

8,9

4

4

Rata-rata

6,4

7

4*

4

Keterangan * : data di bulatkan.

VI. PENGOLAHAN DATAVII. PEMBAHASAN

Dalam pelaksanaan praktikum ini berdasarkan pada data yang diperoleh dari dua parameter pengukuran yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun. Beberapa hal yang dibahas dalam bab ini adalah :

Berdasarkan pada paerameter tinggi tanaman diketahui bahwa baik pada tanaman sawi maupun pada tanaman bayam diketahui bahwa ternyata tinggi tanaman lebih tinggi pada tanaman pada kerapatan sebar 1000. mengacu pada pendapat Kertasapoetra (1988) “dalam jarak tanam yang rapat terjadi kompetisi dalam penggunaan cahaya. Dalam praktikum ini dimungkinkan dengan adanya kerapatan populasi yang tinggi maka terjadi kompetisi dalam mendapatkan unsur hara, dengan intensitas cahaya matahari diterima rendah maka tanaman melakukan pemanjangan sel, sehingga tanaman lebih tinggi dari pada tanaman yang mendapatkan penyinaran matahari yang cukup.

Berdasarkan parameter jumlah daun, ternyata tidak ada peerbedaan sama sekali antara kerapatan 500 maupun kerapatan tanamam 1000. menurut Kramer (1969) bahwa pertumbuhan bagian tanaman atas permukaan tanah tergantung oleh sistem perakarannya. Lebih lanjut diterangkan bahwa pembentukan daun ditentukan oleh faktor lingkungan yang antara lain; iklim, tanah, dan faktor unsur hara dalam tanah. Saat masuk pada fase pertumbuhan daun, tanaman lebih banyak menyerap unsur hara dalam tanah dan banyak membutuhkan cahaya matahari. (Leopold dan Kriedman, 1975).

Dengan masih tercukupinya unsur hara dalam media tanam, juga penanaman yang serempak memungkinkan pada fase pembentukan daun tidak ada ganguan sehingga tidak ada perbedaan dalam jumlah daun. Perbedaan hanya terjadi pada luas penampang daun.

 

VIII. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum mata kuliah Pengantar Ilmu Pertanian Dan Agronomi acara IV dalam materi pengaruh kerapatan sebar dalam persemaian yaitu ;

1. Dengan adanya kompetisi dalam mendapatkan cahaya matahari yang menyebabkan insentitas cahaya matahari yang diterima menjadi rendah/sedikit, yang menyebabkan terjadinya pemenjangan sel tanaman, maka tanaman pada kerapatan 1000 lebih tinggi daripada tanaman pada kerapatan 500.

2. karena masih tercukupinya unsur hara dalam media tanam untuk pertumbuhan pada masa fase pembentukan daun dan pertumbuhan selanjutnya, maka tidak ada perbedaan dalam hal jumlah daun. Perbedaan hanya terletak pada luas penampang daun.

3. Semakin rapat suatu populasi dalam pembudidayaan akan mempengaruhi pada pertumbuhan tanaman maupun pada produksi tanaman. Pada tanaman yang dengan media yang terbatas, kerapatan lebih longgar akan mendapatkan unsur yang cukup baik dari cahaya matahari, unsur hara, air dan faktor penunjang lainya. Sehingga dengan jarak tanam yang optimal akan memberikan hasil produksi yang sesuai, bukan hanya terpaku kepada pertumbuhan vegetatif semata, tetapi juga diimbangi dengan pertumbuhan generatif dan menghasilkan produksi.

 DAFTAR SUMBER

www.google.com/ pengaruh kerapatan tanam


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: